IHSG Mencoba Naik Setelah Terkoreksi 4 Hari Berturut-turut

Sumber gambar: Google Images

Pada perdagangan hari Kamis (08/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat setelah 4 hari terkoreksi berturut-turut. Terpantau pada pukul 14.00 WIB IHSG naik 71,56 poin ke level 6439,83 (+1,12%). Hingga siang ini dana asing yang masuk ke pasar sebesar Rp 42,52 miliar, setelah pada hari kemarin, Rabu (07/3), dana asing yang keluar pasar mencapai Rp 1,10 triliun.

Melemahnya IHSG sejak awal pekan ini banyak dipengaruhi oleh sentimen global, terutama dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar rupiah. Naiknya inflasi Amerika Serikat yang mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga juga membuat kepanikan pasar. Selain itu, rencana kebijakan Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif impor baja memicu perang dagang antar negara. Sebagai respon atas kebijakan tarif impor baja tersebut, China bahkan telah mengurangi porsi kepemilikan pada obligasi Amerika Serikat.

Selain itu, minimnya sentimen positif dari dalam negeri membuat IHSG semakin tersungkur. Bahkan pada hari kemarin, Rabu (07/3), IHSG terkoreksi cukup dalam yaitu turun sebesar 2,03%. Top 3 indeks sektoral yang menjadi pemberat IHSG kemarin antara lain, sektor pertambangan (-3,56%), barang konsumsi (3,07%), dan manufaktur (-2,78%).

Sentimen negatif penyebab terkoreksinya sektor tambang yaitu berakhirnya musim dingin yang diprediksi akan menyebabkan menurunnya permintaan komoditas sebagai bahan bakar. Selain itu, kebijakan penetapan harga batu bara domestik membuat beberapa perusahaan batu bara kemungkinan sulit untuk mencetak laba.

Yang menjadi perhatian pelaku pasar saat ini adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerka Serikat. Jika rupiah melemah maka IHSG dapat berpotensi terkoreksi lebih dalam. Oleh karena itu, saat ini pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati dan mengurangi porsi portfolio-nya pada saham.

(M. Nur Nahar A.)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *