Belajar Saham

Trading For Living: Cara Menghasilkan Keuntungan Konsisten Dari Trading Saham

Anda mungkin pernah mendengar kisah sukses trader saham, bahkan sampai ia berhenti dari pekerjaannya dan memenuhi kebutuhan hidup dari jual beli saham. Nah sekarang saya ingin membagikan hal luar biasa bagi Anda, tentang bagaimana cara menghasilkan keuntungan dari rumah melalui trading saham, yang seringkali disebut dengan trading for a living. Apakah ada orang yang sudah bisa melakukannya?

Apa artinya trading for a living?
Trading for a living adalah istilah untuk menyebut seorang yang melakukan transaksi jual beli saham untuk memenuhi keperluan hidupnya sehari-hari, termasuk untuk dana cadangan, dana darurat dan dana lainnya.

Semuanya didapatkan hanya dari trading saham dari rumah saja, atau di manapun ia mau.

Sepanjang pengalaman saya membagikan pengetahuan mengenai trading saham, banyak sekali yang bertanya “Bisakah saya melakukan trading for a living?”

Kenapa trading for a living diminati?
Banyak orang tertarik dengan trading for a living karena memberikan kebebasan waktu dan tempat. Anda bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan melakukan aktivitas jual beli saham dari rumah Anda, tidak perlu pergi ke kantor dan tidak perlu menerjang macetnya lalu lintas kota.

What a life we wanted to!

A life freedom!

Saya ingin bisa seperti itu! Bagaimana caranya?
Untuk bisa trading for a living, ada tiga langkah yang perlu Anda lakukan:

1. Hitung kebutuhan Anda untuk tahu tujuan atau goal yang harus Anda capai.
Langkah pertama yang Anda harus lakukan adalah hitung kebutuhan dana Anda sehari-hari termasuk dengan dana cadangan, dana darurat serta dana yang harus Anda sisihkan untuk kebutuhan investasi.

Untuk apa dana investasi ini? Dana ini kita siapkan dengan tujuan untuk diinvestasikan ulang, agar uang Anda bisa terus bertumbuh nilainya sehingga menjadi tambah banyak.

Perlu diingat bahwa setiap orang pasti memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, sebagai contoh, trader yang menikah atau yang masih lajang pastinya memiliki biaya hidup yang berbeda jumlahnya. Jadi di tahap inilah Anda menghitung jumlah kebutuhan tersebut dan jadikan itu sebagai goal yang harus Anda hasilkan melalui trading saham.

Anggaplah, Andi membutuhkan uang Rp 20 juta untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan dana cadangan untuk per bulannya.

Apa yang mesti dipersiapkan setelah Andi menghitung semua keperluannya?

2. Hitung kinerja trading saham Anda.
Sebelum memutuskan untuk trading for a living, Anda harus menghitung berapa persen rata-rata keuntungan yang Anda hasilkan dari trading saham?

Untuk menghitung kinerja trading Anda, sebaiknya jangan dihitung berdasarkan jumlah yang didapatkan sehari, seminggu atau sebulan saja.

Pastikan Anda menghitung keuntungan dengan mengakumulasi selama 3 bulan atau 6 bulan. Kira-kira berapa keuntungan yang Anda dapatkan?

Anda bahkan bisa menghitung dalam rentang waktu yang lebih panjang. Misalnya, selama setahun berapa persen keuntungan yang Anda bisa hasilkan?

Sebagai contoh, jika setelah dihitung selama beberapa bulan terakhir, Andi sebagai pemula berhasil mencetak keuntungan rata-rata 10% per bulan, dengan modal Rp 200 juta, maka Andi bisa menghasilkan keuntungan Rp 20 juta per bulan. Dengan demikian Andi bisa memenuhi keperluan hidupnya melalui jual beli saham.

Namun, jika Andi hanya berhasil mencetak profit 3% dari Rp 200 juta, dan bisa hasilkan keuntungan Rp 6 juta saja perbulannya, maka Andi belum siap untuk memenuhi kebutuhan hidupnya melalui jual beli saham

Apa yang sebaiknya dilakukan jika hasil trading saya lebih kecil dari kebutuhan saya?
Jika dalam tiga sampai enam bulan Anda bisa konsisten profit sebanyak 30-40%, namun modal Anda kurang, maka Anda bisa menambah modal.

Perlu diingat, ketika Anda menambah modal sebaiknya juga harus semakin berhati-hati, karena semakin besar modal yang Anda tambahkan di trading account Anda, maka emosi Anda atau fluktuasi fear and greed Anda juga akan semakin tinggi. Fluktuasi emosi yang terlalu tinggi bisa membuat penilaian dan pengambilan keputusan Anda menjadi tidak objektif dan malah berdampak buruk.

Dengan belajar dan berlatih, resiko yang tadinya tinggi akan turun perlahan-lahan, lalu profit akan meningkat sehingga Anda tidak perlu lagi mengejar profit, nantinya malah profit yang mengejar Anda.

 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *