Belajar Saham

9 Aturan Penting Berinvestasi di Pasar Saham

Sumber Gambar : Google Images

Iming-iming keuntungan yang besar selalu menjadi daya tarik investor untuk bermain di pasar saham. Namun, menghasilkan uang dalam pasar saham tidaklah mudah. Ini tidak hanya membutuhkan kesabaran dan disiplin yang tinggi, tetapi juga banyak penelitian dan pemahaman yang baik tentang pasar saham.

Ditambah fakta bahwa volatilitas IHSG dalam setahun terakhir telah membuat investor dalam keadaan kebingungan. Mereka berada dalam dilema apakah akan berinvestasi, menahan posisi, atau menjual dalam skenario seperti itu.

Meskipun belum ada formula pasti yang berhasil ditemukan di pasar saham, berikut adalah beberapa aturan emas (golden rules) yang jika diikuti dengan hati-hati, dapat meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan hasil yang baik.

1. Hindari mental kelompok

Keputusan pembeli biasanya sangat dipengaruhi oleh tindakan kenalannya, tetangga atau kerabatnya. Jadi, jika setiap orang di sekitar berinvestasi dalam saham tertentu, kecenderungan investor potensial adalah melakukan hal yang sama. Tetapi strategi ini pasti akan menjadi bumerang dalam jangka panjang.

Tidak perlu mengatakan bahwa Anda harus selalu menghindari mental kelompok jika Anda tidak ingin kehilangan uang hasil jerih payah Anda di pasar saham. Investor terbesar dunia, Warren Buffett, pasti tidak salah ketika dia berkata, “Jadilah takut ketika orang lain serakah, dan serakah ketika orang lain takut!”

2. Ambil keputusan berdasarkan informasi

Penelitian yang tepat harus selalu dilakukan sebelum berinvestasi dalam saham. Tapi itu jarang dilakukan. Jangan membeli saham berdasarkan spekulasi atau berdasarkan informasi yang tidak pasti.

3. Investasikan dalam bisnis yang Anda pahami

Berinvestasi dalam saham sama saja membeli suatu bisnis. Oleh karena itu, berinvestasilah dalam bisnis yang Anda pahami. Dengan kata lain, sebelum berinvestasi di perusahaan, Anda harus tahu bisnis apa yang ada di perusahaan.

4. Ikuti pendekatan investasi yang disiplin

Para investor yang berinvestasi secara sistematis dalam saham yang tepat dan memegang investasi mereka dengan sabar telah terlihat menghasilkan pengembalian yang luar biasa. Oleh karena itu, kita harus bijaksana untuk memiliki kesabaran dan mengikuti pendekatan investasi yang disiplin, disamping itu menjaga gambaran jangka panjang yang luas dalam pikiran.

5. Jangan biarkan emosi mengaburkan penilaian Anda

Banyak investor kehilangan uang di pasar saham karena ketidakmampuan mereka mengendalikan emosi, terutama ketakutan dan keserakahan. Saat kondisi pasar sedang bullish, iming-iming kekayaan cepat sulit ditolak. Keserakahan bertambah ketika investor mendengar cerita tentang hasil luar biasa yang dihasilkan oleh seseorang di pasar saham dalam waktu singkat. Ini bisa membuat mereka berspekulasi, membeli saham perusahaan yang tidak dikenal atau membeli saham terlalu banyak tanpa benar-benar memahami risiko yang terlibat. Alih-alih menciptakan kekayaan, para investor ini sama saja membakar uang mereka dengan sangat cepat saat pasar berbalik arah.

6. Buat portofolio yang luas

Diversifikasi portofolio di semua kelas aset dan instrumen adalah faktor kunci untuk mendapatkan hasil investasi optimal dengan risiko minimum. Tingkat diversifikasi tergantung pada kapasitas pengambilan risiko setiap investor.

7. Miliki harapan yang realistis

Tidak ada yang salah dengan mengharapkan yang ‘terbaik’ dari investasi Anda, tetapi Anda bisa menuju masalah jika tujuan keuangan Anda didasarkan pada asumsi yang tidak realistis. Sebagai contoh, banyak saham telah menghasilkan pengembalian lebih dari 50 persen dalam beberapa tahun terakhir. Namun, bukan berarti Anda harus selalu mengharapkan pengembalian yang sama dari pasar saham.

8. Investasikan hanya dana surplus Anda

Jika Anda ingin mengambil risiko di pasar yang bergejolak seperti ini, maka lihatlah apakah Anda memiliki kelebihan dana yang Anda bersedia jika dalam skenario terburuk Anda kehilangan dana tersebut. Walaupun di sisi lain investasi Anda berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar di bulan-bulan mendatang, tapi tidak ada yang bisa seratus persen yakin. Itulah mengapa Anda harus menerima potensi resiko.

9. Monitor dengan ketat

Saat ini kita tinggal di era globalisasi. Peristiwa penting apa pun yang terjadi di belahan dunia mana pun berdampak pada pasar keuangan kita. Oleh karena itu, kita harus selalu memantau portofolio dan mengantisipasi jika ada perubahan kondisi ekonomi yang mempengaruhi skenario investasi kita.

Jika Anda tidak dapat menantau portofolio Anda karena kendala waktu atau kurangnya pengetahuan, maka Anda harus meminta bantuan dari perencana keuangan yang baik atau seseorang yang mampu melakukan itu. Jika Anda tidak dapat melakukan itu, maka berinvestasi di reksadana saham dapat menjadi pilihan karena sudah dikelola oleh manajer investasi.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *